saya dan waktu…

Tak terasa waktu yang berjalan telah memakan usia saya. Some people said, life begin at 30. Saya coba untuk merenungkannya. Umur saya hampir menginjak kisaran angka itu dan saya masih belum bisa memberikan hal terbaik bagi diri saya maupun orang-orang yang saya sayangi. Terus terang saja, sama halnya dengan teman-teman saya yang seangkatan, saya juga dipusingkan oleh pemikiran tentang jodoh. Memang jodoh orang tua bilang sudah ada yang ngatur, dan saya biasanya menanggapinya dengan senyuman. Saya sendiri tidak tahu arti senyum saya saat ditanya hal itu.

Akhir-akhir ini saya sering berpikir, sungguh enak kalau sudah berkeluarga sendiri. Pulang kantor ada istri yang menyambut dengan senyuman manis (meski ada juga yang bilang kalau sudah menikah lama, kadang hal itu tidak terjadi lagi. hehehe…) Kembali ke persoalan, kenapa pikiran ini akhir-akhir ini sering muncul adalah karena saya merasa waktu saya tinggal sedikit. Saya merasa kesehatan saya sudah tidak sekuat ketika saya masih kuliah dulu. Yah…saya mulai berpikir layaknya orang tua yang mendambakan ada seseorang yang merawatnya. Pemikiran itu pula yang memberikan saya keberanian untuk mengutarakan perasaan saya kepada seseorang yang saya rasa bisa saya ajak berbagi. Sekali lagi…waktu pula yang saya rasa belum tepat untuk mengutarakannya, apalagi gadis yang menarik hati saya berada jauh di kampung halaman saya.

Waktu…entah…kali ini waktu yang akan mempertemukan hati sayya dengannya atau malah sebaliknya. Tapi setidaknya kali ini saya sudah punya keyakinan terhadapnya, tidak seperti dulu lagi…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s