yah…dilematis memang ketika kita dihadapkan kepada pilihan ‘inside’ or ‘outside’. saya sendiri masih tidak mengerti hingga sekarang dan mungkin tidak akan pernah mengerti kenapa saya lebih memilih ‘outside’ ketimbang ‘inside’, lebih memilih kopi yang dituangkan dalam gelas keramik daripada kopi yang dituangkan dalam gelas plastik. padahal memang pada akhirnya yang kita nikmati adalah kopi itu sendiri dan bukan wadahnya. tapi apakah salah jika saya terlalu memilih untuk hal ini? salahkah saya bila ingin menikmati kepuasan lebih dari segelas kopi dengan memilih gelas keramik sebagai wadahnya? bukankah keramik dengan ukirannya lebih indah dibanding dengan ukiran di plastik? ya…saya memang cenderung lebih memilih ‘outside’ daripada ‘inside’, karena itu maafkanlah saya belum bisa memilih dirimu…
Author Archives:
saya iri…
Kemarin malam temen sekampus saya dulu di kampus biru menelepon saya, tapi karena hanya sebentar dan tiba-tiba terputus siangnya saya gantian yang menelponnya. Olala…ternyata teman saya ini beberapa hari lagi akan sidang tesisnya. Akhirnya setelah kuliah S2 yang lumayan lama menurut saya, teman saya akhirnya akan lulus juga. Yang saya tandai dari teman saya ini adalah selain orangnya low profile (meski kadang malah seperti rendah diri), dia hampir mirip dengan saya yang masih mencari “tempat” di dunia ini. Proses S2-nya yang lama ternyata disengaja, karena dia tidak mau cepat-cepat kembali ke ibukota. “Ibu kota itu kejam, kawan. Saya sering merasa tidak menjadi diri sendiri disana”, katanya.
Setelah berbual-bual cukup lama, kawan saya ini cerita bahwa bunga jurusan kami dulu kembali mengkontaknya bahkan curhat ke kawan saya ini tentang kisah cintanya yang dulu. Dan kawan saya sama seperti dulu, mendengarkan keluh kesahnya dengan setia. Saya ketawa mendengarnya, saya ingat pas sewaktu kuliah dulu kawan saya ini seperti sopir saya bagi si bunga jurusan ini. Disuruh antar kesana kesini mau saja. Sempat kawan saya ini misuh-misuh didepan saya karena disuruh-suruh, tapi begitu menerima sms suruh njemput langsung bingung cari pinjaman motor untuk menjemput si bunga kampus ini. Kami masih sering ketawa kalo ingat kejadian ini.
Ketika obrolan kami menyentuh tentang kembang kampus kami yang lain (beda jurusan), saya bertanya kepada kawan saya ini “kenapa yak si A (cewek) mau sama si A(cowok)?? padahal temen A(cewek) banyak yg ganteng tapi kenapa malah milih si A (cowok) yang gitu2 aja??”. “Wah…sampeyan ngenyek nek iku” kata kawan saya. Saat itu saya seperti tersadar, apa urusannya percintaan mereka dengan saya. Kenapa pula saya mempersoalkan kenapa A (cewek) memilih A (cowok). Sepertinya saya cuma iri karena A (cowok) bisa mendapatkan cewek yang cantik padahal tampangnya menurut saya pas-pasan. Belum tentu juga saya lebih baik dari si A (cowok), karena hingga sekarang pun saya masih belum bisa menemukan seseorang yang pas di hati saya. Sepertinya sama memang iri kepadanya…
Ternyata, oh ternyata…
“Hahaha…itu mungkin cuma alergi dingin saya, pid. Disana hawanya lembab kan? Coba banyak minum madu dan pake pakaian hangat deh.” Begitulah kira-kira saran om saya ketika saya telpon dan bercerita tentang kondisi saya. Sekarang badan saya agak mendingan rasanya. Batuk-batuk sudah jarang lagi, yang ada ingus yang keluar terus-terusan. Gak nyangka kalo saya ternyata alergi terhadap dingin. Kupikir saya orangnya kuat terhadap dingin apalagi ada juga impian saya untuk pergi ke kutub utara suatu saat nanti. Haduh…..ternyata oh, ternyata…
there’s something wrong with me
Beberapa hari ini, saya merasa agak kurang enak badan. Batuk-batuk gak berhenti-henti dan merembet ke dada yang terasa nyeri gara-gara keseringan batuk. Sedikit takut juga apabila ada yang salah dengan badan saya, mengingat saya pernah kena TB. Pertama kali kena juga diawali dengan batuk-batuk kecil yang saya diamkan saja hingga beberapa minggu. Yah…karena pada dasarnya saya ini termasuk orang yang anti dengan obat-obatan. Bagi saya obat itu sama saja dengan racun, sehingga sebisa mungkin saya hindari untuk mengkomsumsi obat.
Nah…sekarang saya kembali mengalami batuk-batuk kecil itu ditambah dengan dada yang terasa nyeri. Saya menjadi agak paranoid. Saya takut bila nanti penyakit lama saya itu kambuh lagi. Apalagi posisi saya saat ini di perantauan yang otomatis membuat saya jauh dari keluarga. Belum lagi di kantor saya yang baru, saya masih termasuk ke dalam barisan pegawai baru. Saya jadi takut kalo gara-gara penyakit penerimaan saya jadi sedikit di pertimbangkan kembali.
Pikiran-pikiran itu yang membuat saya kemudian sibuk mencari obat batuk di apotek maupun warung-warung, bahkan tomat yang saya percaya bisa mengobati radang tenggorokan pun saya buru. Pendeknya semua usaha saya coba karena saya tidak ingin jatuh sakit. Oh..God, what’s wrong with me???
saya dan waktu…
Tak terasa waktu yang berjalan telah memakan usia saya. Some people said, life begin at 30. Saya coba untuk merenungkannya. Umur saya hampir menginjak kisaran angka itu dan saya masih belum bisa memberikan hal terbaik bagi diri saya maupun orang-orang yang saya sayangi. Terus terang saja, sama halnya dengan teman-teman saya yang seangkatan, saya juga dipusingkan oleh pemikiran tentang jodoh. Memang jodoh orang tua bilang sudah ada yang ngatur, dan saya biasanya menanggapinya dengan senyuman. Saya sendiri tidak tahu arti senyum saya saat ditanya hal itu.
Akhir-akhir ini saya sering berpikir, sungguh enak kalau sudah berkeluarga sendiri. Pulang kantor ada istri yang menyambut dengan senyuman manis (meski ada juga yang bilang kalau sudah menikah lama, kadang hal itu tidak terjadi lagi. hehehe…) Kembali ke persoalan, kenapa pikiran ini akhir-akhir ini sering muncul adalah karena saya merasa waktu saya tinggal sedikit. Saya merasa kesehatan saya sudah tidak sekuat ketika saya masih kuliah dulu. Yah…saya mulai berpikir layaknya orang tua yang mendambakan ada seseorang yang merawatnya. Pemikiran itu pula yang memberikan saya keberanian untuk mengutarakan perasaan saya kepada seseorang yang saya rasa bisa saya ajak berbagi. Sekali lagi…waktu pula yang saya rasa belum tepat untuk mengutarakannya, apalagi gadis yang menarik hati saya berada jauh di kampung halaman saya.
Waktu…entah…kali ini waktu yang akan mempertemukan hati sayya dengannya atau malah sebaliknya. Tapi setidaknya kali ini saya sudah punya keyakinan terhadapnya, tidak seperti dulu lagi…
perubahan…..
Mencoba mengganti suasana baru di “rumah”ku ini. Mulai postingan ini gak ada lagi gambar-gambar lucu yang selalu ada menemani. Mencoba lagi membuka cakrawala baru dan menatap masa depan dengan senyuman yang lebih lebar lagi. Terkadang kita terlena dengan pepatah bahwa semua itu proses. Bahwa waktulah yang akan mendidik kita lebih dewasa, namun ketika kita terlena dengan kondisi yang ada justru sebaliknya yang akan terjadi. Waktulah yang akan membunuh kita, karena itulah saya mencoba lagi menata hidup saya. Memilah-milah lagi segala peristiwa yang pernah terjadi dalam hidup saya. Termasuk mencoba melupakan seseorang yang pernah meninggalkan senyuman penuh luka di hati saya dengan menggantinya dengan kasih yang sesungguhnya.
Dalam setiap proses, hal yang paling sulit bukanlah di pertengahan jalan, namun rintangan terbesar justru ada sewaktu kita hendak memulainya. Ini pula yang mendorong saya untuk merubah tampilan “rumah” saya ini sebagai simbol perubahan dalam hati dan pikiran saya yang selama ini stuck di situ-situ saja. Oleh karena itu mulai postingan ini gak ada lagi deh gambar-gambar lucu si onionhead yang akan menyertai. Hihihihihi… :p
milad..
Hari ini bisa dikatakan adalah hari saya, karena hari ini bertepatan dengan tanggal kelahiran saya. di luar dugaan saya, banyak sekali teman-teman saya yang di akun fesbuk saya yang menyempatkan diri untuk mencoret-coret di wall saya. ucapan selamat dan doa serta gak sedikit guyonan tentang kapan nikah dan sejenisnya mengalir seperti air. hahaha…saya sungguh senang sekali membacanya. terimakasih kawan-kawanku, kalian telah mewarnai hariku dan bisa mengenal kalian merupakan anugerah terindah dalam hidupku…
One day we said, “Lets take a break. Lets take some time off to look within and find ourselves again.”
———————————————-
lagi kram otak karena kelamaan gak nulis… (^^!)?
Untitled…
Konna ni omotteiru chikau wa tomattekurenai
Karappa no kokoro wa anata no kimochi wo mada mitsukerarenai
Onaji e wo ni doto egaku koto wa dekinai no ni
Atashi no kanjou wa tada kurikaeshite bakari
“Ai no uta” wo kikasete yo sono yokogao mistumeta
Anata no koto shiritai yo mou deatte shimatta yo
Donna ni sabishikutemo mata eeru kigashiteiru kara
Ryuunante iranai ikikasenai koto wo shitteiru
Kono mama ja wasuremono ni natte shimau deshou?
Atashi no kanjou wa namida no oku kagayaita
“Ai no uta” wo kikasete yo sono yokogao sono saki ni
Anata ga ima mitsumeteru hito ga iru to wakattemo
Tsubasa wo kudasai to shinjite utau you ni atashi datte chikau yo
Kako mo zenbu ukeirerutte kimeta
“Ai no uta” wo kuchizusamu sono egao ni fureta ni
Anata ga ima mitsumeteru hito ga iru to wakattemo
“Ai no uta” wa owaranai mou deatte shimatta no
…owaranai…Love and Truth
(YUI – Love & Truth)
I’m thinking about you so much…time doesn’t stop for me
My empty heart still can’t find your feelings
I can never draw the same picture twice
But my emotions are just repeating over and over again
Let me listen to your “love song.” I stared at your profile
I want to know about you, now that I’ve met you
No matter how lonely I get, I have a feeling we’ll meet again
I don’t need a reason; I know I can’t turn back
With the way it is now, I’ll just become a part of your memory, right?
My emotions shone like the depths of tears…
Let me listen to your “love song.” Your profile…
I understand there’s a person you’re gazing at right in front of you but…
Please give me wings and believe that, just as with this song, I swear
I’ve decided to accept all the past
I hum the “love song”…I want to touch your smiling face
Even though I know that there’s someone you’re gazing at
My “love song” never ends – I’ve already met you
…It never will end…
(YUI – Love & Truth)
***
…mimpi, impian, keinginan, seandainya saja semua hal yang terjadi sesuai dengan keinginan kita. terbangun di tengah malam, merindukan dirimu, memanggil namamu. aku ingin ada di sampingmu…
i’m back…
akhirnya setelah sekian lama tidak posting, aku kembali lagi corat-coret disini. hahaha…maklum aja beberapa bulan ini, sibuknya bukan maen. bayangin aja…masuk kerja jam 8 dan pulangnya bisa dipastikan jam 8 juga bahkan kadang lebih. kadang terpikir juga, kok aku jadi pulang ke rumah cuma numpang tidur aja yak?? coz bangun tidur klo gak buru-buru ke kantor ya kuliah. aku jadi jarang ngobrol sana-sini ama keluargaku, bahkan sama adikku aja cuma say hello. gak sempat mo cerita-cerita.
tapi yang paling berkesan bulan ini adalah ternyata teman-teman terdekatku ingat klo bulan ini aku ultah. awalnya sih mereka cuma diam aja, dan kukira mereka lupa atau mungkin malah gak tau. maklum aja, mereka juga orang yang super duper sibuker lebih dari aku. hahahaha…
surprise…!!! malamnya ternyata mereka bikin acara buatku. bahkan ibu temanku juga ikut ngerjain aku. ku pikir awalnya si sukma, kakak kelasku waktu kuliah yang udah kayak mbakku sendiri atau si vika temen adikku yang lagi ngerjain aku. terus terang aja, pas acara ngerjain itu aku agak gimana gitu. lah…soalnya tiba-tiba ada cewek nelpon aku gak jelas kayak gitu. aku khan gak enak klo teman-temanku berpikir klo aku ini punya acara yang lain atau yang lebih parah lagi aku dikira playboy atau apalah. hehehe…maklum aja, kata emakku aku lumayan cakep.
nah…itu dia, kalo temen-temenku yang bikin acara buatku ini jadi gak enak hati, aku khan jadi gak enak juga. makanya dalam hati klo cewek gak jelas ini udah ngasih tau namanya, abis acara ini selesai bakalan ku semprot abis-abisan. pokoknya biki perhitungan. dipancing-pancing tetap aja gak keluar namanya, akhirnya karena kesal kututup aja telponnya. ternyata si cewek itu, ibu temanku yang sedang ngerjain aku. ya…Tuhan, untung aku gak maki-maki atau nyebutin isi kebun binatang.
…dan aku terharu saat si ibu menelpon ulang dan mengucapkan selamat ulang tahun ke aku. abis itu temenku pun memberikan ucapan selamat ke aku. mata ini jadi keringatan deh… thanks, my friends. i luv u…

